Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2015

Miss My Friend

Sepertinya ada yang berubah
Sepertinya ada yang menjauh
Yaa...mungkin aku saja yang terlalu perasa
Mungkin aku saja yang berpikir terlalu jauh
Tapi memang jelas ada yang berbeda

Huuuft...rasanya sedih
Jadi bingung mau bilang apa
Tapi ya sudahlah...
Mungkin saat ini kamu sedang butuh jarak
Mungkin saat ini kamu sedang butuh orang lain, bukan aku
Karena mungkin bagimu aku tak mengerti permasalahan yang sedang kamu hadapi
Maaf jika aku kurang mengerti kamu

Sekarang, lebih baik aku diam saja
Namun aku selalu berharap semoga kamu baik-baik saja
dan berharap suatu saat kamu kembali
Coz i really miss our conversations T_T


Image location : http://www.wordsonimages.com/pics/97216-o.jpg

Jumat, 13 Maret 2015

Happy Birthday



Hai kamu, Happy birthday

Jujur, saat ini aku tak mampu berkata banyak
Karena entah kenapa,
Jika tentang kamu maka duniaku serasa berhenti seketika
Lidah ini seketika kelu, tangan ini seketika kaku
Aku yang biasanya mampu dengan mudahnya berkata indah
Aku yang biasanya lancar menuliskan kata rayuan
Mendadak kehilangan kemampuan
Sel-sel kelabu ku bahkan mogok untuk bekerja
Aku benar-benar tak berdaya ketika berhadapan dengan kamu

Tapi, walau aku tak bisa berkata banyak padamu
Perlu kamu tau
Setiap hari, tanpa harus menunggu hari kelahiranmu
Aku selalu menyebut namamu di setiap doaku
Apa saja doaku?
Cukup aku dan Tuhan saja yang tau
Yang jelas, semua tentang kebaikan
Kebaikan untuk kamu, kita, dan semua ^_^

Image location : http://freehdwalls.net/wp-content/uploads/happy-birthday-heart-love-mood-hd-wallpaper.jpg

Kamis, 12 Maret 2015

Puisi #3 : Teruntuk Kakanda

Kakanda,
Tahukah kamu apa yang menyiksa adinda ketika pagi tiba?
Yaitu ketika sadar bahwa adinda hanya seorang diri disini
Ketika sadar bahwa kakanda jauh disana

Rasa rindu yang menggelayut di hati ini
Semakin hari semakin berat saja kakanda
Sehingga terkadang terasa menyakitkan
Saat ini, satu-satunya obat penawar rindu adalah dengan membaca kembali surat dari kakanda
Surat yang selalu mampu membuat adinda tersenyum kembali

Kakanda,
Baik-baik disana ya
Tolong jaga hatinya hanya untuk adinda seorang














Your body is away from me
But there is a window open from my heart to yours.
From this window,
like the moon I keep sending news secretly.

Rabu, 04 Maret 2015

Puisi #2 : Teruntuk Kakanda

Dear Kakanda,

Pagi ini adinda menengok kotak pos
Ternyata ada surat dari kakanda
Adinda tercekat membaca surat terakhir kakanda
Dimana kakanda mempertanyakan kapan adinda kembali
Dan sampai kapan kakanda harus menunggu

Jawabnya, entahlah kakanda
Adinda tak yakin bisa kembali dalam waktu dekat
Suasananya masih hiruk pikuk dan tak aman
Adinda takut

Sungguh adinda merasa bersalah pada kakanda
Karena meminta kakanda menunggu
Padahal adinda tau, menunggu sesuatu yang tidak jelas pasti sangat menyiksa
Entahlah kakanda
Adinda bingung harus berkata apa
Disatu sisi, adinda sangat berharap kakanda selalu meluangkan ruang hatinya untuk adinda
Tapi disisi lain, adinda tak bisa menjanjikan kapan pastinya akan kembali
Jadi betapa egoisnya  adinda jika harus selalu meminta kakanda menunggu adinda

Sekarang,
Semua terserah kakanda
Adinda serahkan segala keputusan pada kakanda
Apakah tetap menunggu dalam ketidakpastian
Ataukah memutuskan melupakan adinda
Dan membuka lembaran baru

Tapi yang jelas
Adinda disini akan tetap merawat benih apel pohon kita
Adinda juga akan selalu membaca ulang puisi-puisi indah dari kakanda setiap malam
Dan akan terus berdoa semoga dewa hujan dan bintang kecil selalu menjaga pohon apel pertama kita disana

Kakanda,
Saat ini adinda hanya bisa menatap kakanda dari kejauhan
Hanya bisa terpaku, terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa
Adinda tak punya kuasa untuk berlari menemui kakanda disana
Yang bisa adinda lakukan saat ini hanya merajut asa disini
Asa untuk tetap menjadi adinda bagi seorang kakanda
Asa untuk selalu ada dihati dan pikiran kakanda
Tapi adinda tau
Adinda tak boleh menjadi sosok yang egois
Karena mencintai adalah perihal memberi bukan menuntut

Kakanda,
Saat ini, perasaan rindu, sedih, dan takut bercampur aduk dalam diri adinda
Sungguh adinda takut…takut kehilangan kakanda
Takut dilupakan kakanda
Hanya dengan membayangkannya saja
Ada rasa sakit yang diam-diam menyelinap ke sudut hati ini

Andai saja kakanda bisa menyusul kesini, itu pintaku
Tapi sekali lagi, adinda tak mau menjadi sosok yang egois
Adinda tak mau menuntut banyak kepada kakanda
Namun yang perlu kakanda ketahui bahwa
Disini adinda akan tetap menjaga nama kakanda yang tertulis indah di hati ini
Dan tetap setia menyampaikan salam rindu dan cinta melalui bintang kecil untuk kakanda seorang


Tertanda

Adinda yang mencintaimu


Image location : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsUQQFgi280sj2xtuZw-tPUBj5LrkM0Wi-FYxPF2hX9YFiq-27bG-AbtIH_yzfwKUlA23YXa9vwckF0l2OgBFtC7MN9pl50JQuQfU8Gm9qWEu-mqCY372a0rEP2ISdzJX3BQulzDZ8-Njt/s1600/I+miss+you+and+i+am+crying.jpg

Selasa, 03 Maret 2015

Puisi #1 : Teruntuk Kakanda

Dear Kakanda,

Setelah perjalanan panjang,
Akhirnya adinda sampai di tempat baru
Sebuah tempat di mana akan menjadi rumah baru adinda
Lingkungannya nyaman sekali kakanda
Walau adinda belum kenal betul dengan para tetangga,
Tapi sekilas sepertinya mereka ramah

Kakanda,
Entah berapa lama terakhir kita berpisah di stasiun kereta
Adinda tak sanggup menghitung waktunya
Karena rasanya telah lama sekali
Tapi adinda masih bisa merasakan bagaimana hangatnya pelukan kakanda

Tahukah kakanda,
Setiap malam adinda selalu membaca kembali puisi-puisi indah kakanda
Walau sudah tak terhitung berapa kali adinda membacanya
Tapi tetap saja berhasil membuat adinda tersipu malu
Ada rasa hangat yang menyusup ke hati ini

Kakanda,
Semalam adinda menatap sebuah bintang kecil di langit
Adinda yakin, itu adalah bintang kecil yang selalu menjaga pohon apel kita
Tanpa sadar air mata adinda jatuh
Sungguh adinda merindukan kakanda dan juga pohon apel kita nun jauh di sana
Adinda harap, dewa hujan menjalankan tugasnya dengan baik
Sehingga dia tak lupa menyiram pohon apel kita supaya senantiasa rimbun

Oiya kakanda,
Sebelum adinda pergi
Adinda tak lupa membawa benih apel dari pohon kita
Adinda sudah menanamnya di halaman rumah baru adinda
Semoga saja benih ini tumbuh dengan baik karena adinda merawatnya dengan sepenuh hati
Ini dinda lakukan demi mengobati rasa rindu yang semakin dalam
Dengan menanam benih apel itu, adinda akan tetap merasakan kehadiran kakanda disini
Sungguh adinda tak sabar menunggunya tumbuh besar
Jadi jika suatu saat kakanda menyempatkan diri datang kesini
Kita bisa bersenda gurau di bawah pohon apel kedua kita
Semoga saat itu segera tiba




Tertanda

Adinda yang selalu merindu





Image location : http://us.cdn1.123rf.com/168nwm/beta757/beta7571408/beta757140800064/31100799-vector-apple-tree-growing-from-apple-isolated-on-white-background.jpg